Muslim: Aku Enggan Ucapkan Selamat Natal



Patut dipahami bahwa di balik ucapan natal itu ada konsekuensinya. Konsekuensinya adalah secara tidak langsung kita membenarkan keyakinan orang Nashrani yang menyekutukan Allah dengan mengangkat Isa sebagai Bapa, Putera dan Roh Kudus. Inilah memang maksud ucapan natal. Coba renungkan dialog berikut ini.
Muslim : Bagaimana Natalmu?
David : Baik, kau tidak mengucapkan Selamat Natal padaku?
Muslim : Tidak, agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu, tapi masalah ini, agama saya melarangnya.
David : Tapi kenapa, bukankah hanya sekedar kata-kata? Teman muslimku yang lain mengucapkannya padaku.
Muslim : Mungkin mereka belum mengetahuinya. David, kau bisa mengucapkan “Dua kalimat syahadat”?
David : Oh tidak, saya tidak bisa mengucapkannya. Itu akan mengganggu kepercayaan saya.
Muslim : Kenapa? Bukankah hanya kata-kata? Ayo, ucapkanlah.
David : Sekarang, saya mengerti.
Dialog ini menggambarkan dengan sangat baik kepada kita tentang hubungan antara muslim dan non-muslim, khususnya berkaitan dengan Hari Natal ini. Logika yang sederhana namun cerdas cukup menggambarkan kepada kita bagaimana seharusnya hubungan antara kedua umat yang berbeda keyakinan ini. Sementara hari ini banyak orang yang dianggap “tokoh” masyarakat level Nasional/Lokal dari kalangan muslim karena sebab kebodohannya tampil sok humanis, pluralis, wisdom, menjadi pahlawan, pemimpin hebat kemudian mengucapkan “selamat natal” kepada umat kristiani tanpa disadari hal tersebut telah merusak akidah dirinya dan umat Islam. Tentu ini menabrak tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Sosok muslim yang kehilangan jati diri, “muslim KTP” yang eksis terlepas dari pakem dan manhaj hidup yang digariskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “selamat” artinya terhindar dari bencana, aman sentosa; sejahtera tidak kurang suatu apa; sehat; tidak mendapat gangguan, kerusakan dsb; beruntung; tercapai maksudnya; tidak gagal. Dengan begitu ucapan selamat artinya adalah doa (ucapan, pernyataan, dsb) yang mengandung harapan supaya sejahtera, tidak kurang suatu apa, beruntung, tercapai maksudnya, dsb.
Natal adalah sebuah perayaan kelahiran Yesus Kristus (Nabi Isa al-Masih ‘alaihis salam) yang dalam pandangan umat Kristen saat ini ia adalah anak Tuhan dan Tuhan anak serta meyakini ajaran Trinitas. Lalu bagaimana bisa seorang muslim yang bertolak belakang dan jelas berbeda pemahamannya mengenai Nabi Isa mendoakan kaum Kristen keselamatan atas apa yang mereka pahami tadi? Padahal dengan sangat jelas Allah menyatakan mereka sebagai orang kafir (QS. Al-Maidah : 72-75) yang tentu di akhirat kelak akan dijatuhi hukuman neraka nan pedih.
Umat Islam meyakini bahwa Nabi Isa adalah utusan Allah ke dunia, bukan anak apalagi Tuhan. Karena Demi Allah, Allah tidaklah diperanakkan dan tidak beranak, ia Maha Esa dan Maha Kuasa, tak ada satupun yang mampu menandinginya bahkan tiada yang pantas untuk sekedar disamakan denganNya. Mengucapkan selamat Natal dan bahkan ikut merayakannya sama saja dengan mengakui apa yang dipahami oleh umat Kristen, dan sudah tentu itu adalah sebuah tindak kekufuran yang nyata yang bisa membuat pelakunya jatuh kepada kekafiran. (Diambil dari EraMuslim.com)
Dalil-dalil yang menyatakan ucapan selamat natal itu terlarang,
لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ
Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167). Ucapan selamat natal termasuk di dalam larangan hadits ini.
Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,
اجتنبوا أعداء الله في عيدهم
Jauhilah orang-orang kafir saat hari raya mereka” (HR. Al Baihaqi). Jika kita diperintahkan untuk menjauhi hari raya orang kafir dan dilarang mengadakan perayaan hari raya mereka lalu bagaimana mungkin diperbolehkan untuk mengucapkan selamat hari raya kepada mereka.
Membolehkan ucapan selamat natal juga telah menyelisihi kesepakatan kaum muslimin (ijma’) dan ijma’ adalah salah satu rujukan dalil dalam Islam. Pernyataan ijma’ ini dinyatakan oleh Ibnul Qayyim dalam Ahkam Ahlidz Dzimmah.
Intinya, umat Islam mesti menjauhi perbuatan ini, meskipun hanya sepele karena hanya berupa ucapan namun berujung pada cacatnya iman. Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
source:remajamuslim

Semoga bermanfaat

14 comments:

  1. Nice posting, maaf cuma kunjungan rutin aja :D

    ReplyDelete
  2. wah begitu ya sob, informasi yang bagus teman.

    ReplyDelete
  3. wah teman saya banyak yang kristiani sobat. terus saya harus bersikap gmn kalau g boleh ngucapin selamat hari natal..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. jika kita berpegang tegus keyakinan kita,,,
      mka hindari kta tersebut..

      pentingan mna mnurut sobat,, Teman Atau AGama..??

      Delete
  4. .. bener banget. sebelum aq memakai jilbab pun, aq udah tau dari dulu kalo gak boleh mengucapkan hal tersebut. bahkan itu kepada sahabat aq yg palink deket. sampai^ dia mengajak merayakan natal gitu. Haduch,, tapi syukur dech aq paham n aq tolak itu semua. he..86x. aq tau dari mamah aq loch. he..86x ..

    .. oia satu lagi,, ini bener^ bermanfaat banget untuk yg belum tau. cz kebanyakan ada yg belum tau ttg hal ini. bahkan semalem aq berdebat dengan salah satu teman. n nanti aq akan kasih link ini kepada dia. agar dia paham. skali lagi tenkz ya?!? bener^ bermanfaat banget ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah,, ibu sobat vpie pham bner ya tentang syariat.. manstap deh..

      syukur juga sobat tdk mrayakan natal bersama temen sobat..
      klo ada,, hmm..?? gk tau gmna lgi deh..

      semoga artikel ini bisa bermanfaat utk kita semua

      Delete
    2. .. aamiin,, ini sangat bermanfaat sekali kawan. oia mamah aq bukan ahli agama kok. mamah aq hanya pernah denger dari ceramah^ gitu. he..86x. lagipula setiap kali aq buka postingan ttg agama, aq skali bilang ke mamah agar semua nya pada paham. maklum lah,, aq nich kan keluarga yg bukan ahli agama. he..86x ..

      Delete
    3. itu kegunaan mendengar cerama,, mendapat informasi islami yg belum kita fahami,,

      bagus itu sob,, setelah mendapat ilmu,, langsung diamalkan kpd org lain,, apalagi ortu,, 2 jempol utk sobat

      Delete
  5. bener banget Gan....!!!
    oia met mlm, dan salam kenal Gan...!!!!

    ReplyDelete
  6. Sya ua baru mengomentari postingan serupa di Rohis facebook ...

    memang smenjak mengetahui ini sya menghindari ucapan tersebut apalagi ikut memeriahkannya .....

    ReplyDelete

Silahkan Anda Berkomentar Dengan Baik dan Sopan.

~Pesan Komentar Yang Menyertakan Link Hidup,SPAM,JUNK ,dan sejenisnya ,akan Saya Hapus Dari Postingan ini.

~Bagi Yang Meng-Follow Blog Ini,Jangan Lupa Dikonfirmasi Agar Saya Bisa Meng-Follow sobat kembali

~Maaf juga jika saya sering kali tidak membalas komentar dari Anda

Komentar Anda sangat bermanfaat untuk perkembangan blog ini. Terima Kasih!!!

Powered by Blogger.