Jumat, 14 Juni 2013

Mengungkap Misteri Pohon Sidhratul Muntaha

Mengungkap Misteri Pohon Sidhratul Muntaha

Pohon Bidara yaitu pohon yang tumbuh di langit. Letaknya antara langit ke enam, sampai langit ke tujuh. Ingin mencari artikel tentang pohon ini, saya cari di berbagai sumber, dan ternyata ada juga.

Sidrat al-Muntahā (Arab: سدرة المنتهى‎ , Sidratul Muntaha) adalah sebuah pohon bidara yang menandai akhir dari langit/Surga ke tujuh, sebuah batas dimana makhluk tidak dapat melewatinya, menurut kepercayaan Islam. Dalam kepercayaan ajaran lain ada pula semacam kisah tentang Sidrat al-Muntahā, yang disebut sebagai "Pohon Kehidupan".

Pada tanggal 27 Rajab selama Isra Mi'raj, hanya Nabi Muhammad yang bisa memasuki Sidrat al-Muntaha dan dalam perjalanan tersebut, Muhammad ditemani oleh Malaikat Jibril, dimana Allah memberikan perintah untuk Salat 5 waktu.

Dalam Agama Baha'i Sidrat al-Muntahā biasa disebut dengan "Sadratu'l-Muntahá" adalah sebuah kiasan untuk penjelmaan Tuhan.

Etimologi
Sidrat al-Muntahā berasal dari kata sidrah dan muntaha. Sidrah adalah pohon Bidara, sedangkan muntaha berarti tempat berkesudahan, sebagaimana kata ini dipakai dalam ayat berikut:



“ Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu). (An-Najm, 53:41-42) ”







    Dengan demikian, secara bahasa Sidratul Muntaha berarti pohon Bidara tempat berkesudahan. Disebut demikian karena tempat ini tidak bisa dilewati lebih jauh lagi oleh manusia dan merupakan tempat diputuskannya segala urusan yang naik dari dunia di bawahnya maupun segala perkara yang turun dari atasnya. Istilah ini disebutkan sekali dalam Al-Qur'an, yaitu pada ayat:


    “ ...(yaitu) di Sidratil Muntaha. (An-Najm, 53:14) ”





      Wujud Sidrat al-Muntahā
      Sidratul Muntaha digambarkan sebagai Pohon Bidara yang sangat besar, tumbuh mulai Langit Keenam hingga Langit Ketujuh. Dedaunannya sebesar telinga gajah dan buah-buahannya seperti bejana batu. Menurut Kitab As-Suluk, Sidrat al-Muntahā adalah sebuah pohon yang terdapat di bawah 'Arsy, pohon tersebut memiliki daun yang sama banyaknya dengan sejumlah makhluk ciptaan Allah.


      Allah berfirman dalam surah An-Najm 16,
      “ Ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya (an-Najm, 53: 16) ”





        Dikatakan bahwa yang menyelimutinya adalah permadani terbuat dari emas.

        Jika Allah memutuskan sesuatu, maka "bersemilahSidratul Muntaha sehingga diliputi oleh sesuatu, yang menurut penafsiran Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu adalah "permadani emas". Deskripsi tentang Sidratul Muntaha dalam hadits-hadits tentang Isra Mi'raj tersebut hanyalah berupa gambaran (metafora) sebatas yang dapat diungkapkan kata-kata. Hakikatnya hanya Allah yang Maha Tahu.

        Peristiwa di Sidratul Muntaha bagi Muhammad

        Ketika Mi'raj, di sini Muhammad melihat banyak hal, seperti:
        Melihat bentuk asli Malaikat Jibril

        Dikatakan bahwa Muhammad telah melihat wujud asli dari Malaikat Jibril yang memiliki sayap sebanyak 600 sayap.


        “ Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (An-Najm 53:13) ”





          Melihat Tuhan

          Dikatakan pula bahwa Muhammad telah melihat Allah.

          Untuk hal ini terdapat beda pendapat di kalangan ulama, apakah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah melihat Tuhannya? Jika pernah apakah beliau melihat-Nya dengan mata kepala atau mata hati? Masing-masing memiliki argumennya sendiri-sendiri. Di antara yang berpendapat bahwa beliau pernah melihat-Nya dengan mata hati antara lain al-Baihaqi, al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, dan Syaikh al-Albani dalam tahqiq beliau terhadap Syarah Aqidah ath-Thahawiyah. Salah satu argumentasi mereka adalah hadits di atas.

          Mendapatkan Perintah Salat

          Di Sidratul Muntaha ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan perintah salat 5 waktu. Perintah melaksanakan salat tersebut pada awalnya adalah 50 kali setiap harinya, akan tetapi karena pertimbangan dan saran Nabi Musa serta permohonan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri, serta kasih dan sayang Allah Subhahanu wa Ta'ala, jumlahnya menjadi hanya 5 kali saja. Di antara hadits mengenai hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud.

          Dari Abdullah (bin Mas'ud), ia telah berkata: "Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diisrakan, beliau berakhir di Sidratul Muntaha (yang bermula) di langit keenam. Ke sanalah berakhir apa-apa yang naik dari bumi, lalu diputuskan di sana. Dan ke sana berakhir apa-apa yang turun dari atasnya, lalu diputuskan di sana."

          Ia berkata: "Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diberi tiga hal: Diberi salat lima waktu dan diberi penutup Surah al-Baqarah serta diampuni dosa-dosa besar bagi siapapun dari umatnya yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun".

          HR Muslim (173) dengan redaksi di atas, at-Tirmidzi (3276), an-Nasai (451), dan Ahmad (3656 & 4001).


          Semoga bermanfaat


          16 komentar:

          1. bagus banget artikelnya, gan!
            Makasih dah berbagi :)

            BalasHapus
          2. wah makasih sejarahnya sobat.... wah berapa meter ya kira kira tingginya..?

            BalasHapus
            Balasan
            1. sama sama sob..

              utk ukuran nya sih..
              Hnya Sang PenciptaLah yg hnya mngetahuinya

              Hapus
          3. Subhanallah, semoga di akhirat nanti kita bisa bertemu dengan Allah swt.

            BalasHapus
          4. malam malam ngesot kesini Alhamdulillah dapat pencerahan mengenai peristiwa Isra Miraj,,,makasih Sob atas Artikelnya...

            BalasHapus
            Balasan
            1. sama sama...

              semoga bisa mnjadi manfaat bgi wawasan kita

              Hapus
          5. terima kasih mas atas pencerahannya tentang Misteri Pohon Sidhratul Muntaha, bermanfaat sekali :)

            BalasHapus
          6. Lhoh komentnya ngilang,,:) Happy Blogging aja sob..

            BalasHapus
          7. Subhannallah,,keren banget artikelnya,,mendidik gan

            BalasHapus
          8. artikel yang bermanfaat sob.....semoga lebih giat lagi melakukan sholat 5 waktu yg dianjurkan Nabi Muhammad SAW......

            BalasHapus
          9. jadi dapat pengetahuan sejarah tentang perintah shalat ...nih mas
            terima kasih ya sdh berbagi ke kita kita :)

            BalasHapus
          10. .. tenkz banget ya atas penjelasannya,, sumpah,, blog yang dapat memberikan aq ilmu n pelajaran yg positif ..

            BalasHapus
          11. peristiwa isra' miraj memang salah satu keajaiban rasulullah. Dari banyak nabi, sepertinya hanya rasulullah yang sudah pernah kesana.

            BalasHapus

          Silahkan Anda Berkomentar Dengan Baik , Agar mendapat Kunjungan Balasan Dari saya.

          ~Pesan Komentar Yang Menyertakan Link Hidup,SPAM,JUNK ,dan sejenisnya ,akan Saya Hapus Dari Postingan ini.

          ~Bagi Yang Meng-Follow Blog Ini,Jangan Lupa Dikonfirmasi Agar Saya Bisa Meng-Follow sobat kembali

          ~Maaf juga jika saya sering kali tidak membalas komentar dari Anda

          Komentar Anda sangat bermanfaat untuk perkembangan blog ini. Terima Kasih!!!